makanan khas suku Baduy Banten

Makanan Khas Suku Baduy Banten yang Perlu Anda Tahu

Posted on

Suku Baduy yang hidup di kawasan Banten memiliki beragam kekayaan budaya yang unik termasuk kuliner. Beberapa makanan khas suku Baduy Banten patut Anda cicipi terutama karena rasanya yang lezat.

Makanan Khas Dari Suku Baduy

Suku Baduy bermukim di kawasan kaki pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak. Masyarakat Baduy berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda dan terbagi menjadi Baduy Luar serta Baduy Dalam. Bagi masyarakat suku Baduy yang sederhana, makanan seperti daging ayam tergolong makanan mewah. Makanan ini hanya dihidangkan sebulan sekali atau pada saat upacara besar saja. Namun, ada beberapa makanan suku Baduy yang sudah menjadi makanan umum di kawasan Banten, seperti makanan berikut ini misalnya :

Pasung Merah

Kue pasung merah merupakan kue khas suku Baduy Banten yang kini banyak ditemui di kawasan Serang, Lebak, Pandeglang dan Cilegon. Kue ini sering disajikan di acara-acara perayaan keagamaan, pernikahan, khitanan dan perayaan lainnya. Kue pasung sudah ada sejak zaman dahulu dan merupakan hasil dari perpaduan antara makanan khas Sunda dan makanan dari Jawa. Rasanya yang manis dengan tekstur yang kenyal membuatnya cocok disantap sambil minum kopi atau teh di sore hari.

Kue pasung terbuat dari dua adonan yakni campuran santan dan tepung sagu dan campuran tepung beras dengan gula merah. Untuk menambahkan aroma wangi dan tekstur, biasanya ditambahkan buah nangka atau potongan kelapa. Kue pasung Banten dibungkus dengan menggunakan daun pisang yan gdibentuk layaknya sebuah corong kemudian dikukus sampai matang.

Otak-otak Labuan

Makanan khas ini dibuat dari olahan daging ikan tenggiri. Kawasan Banten yang dekat dengan daerah pesisir dikenal kaya ikan sehingga wajar jika olahan ikan banyak ditemukan di sini. Otak-otak labuan dibuat dari daging ikan tenggiri yang dihaluskan kemudian dicampur dengan santan, bawang putih, tepung tapioka, gula pasir, merica, dan garam.

Kemudian adonan tersebut dibungkus menggunakan daun pisang yang ditusuk lidi di ujung-ujungnya. Lalu otak-otak dibakar di atas arang hingga mengeluarkan aroma harum. Otak-otak labuan disajikan dengan tambahan berupa sambal kacang tanpa nasi.

Jojorong

Makanan khas suku Baduy Banten lainnya adalah jojorong. Jojorong sudah terkenal sebagai makanan khas Banten, tapi jarang yang tahu kalau makanan ini merupakan makanan khas suku Baduy. Kue Jojorong kini bisa Anda temui banyak dijual di kawasan Lebak dan Pandeglang. Kue ini terbuat dari tepung kanji, tepung beras dan gula merah. Teksturnya terasa lembut dan sensasi rasa manis bisa Anda rasakan ketika menyendok bagian dalam kue jojorong ini.

Kue Balok Menes

Kue Balok menes merupakan makanan tradisional yang banyak dibuat di kawasan Menes, Pandeglang, Banten. Kue ini juga menjadi makanan khas dari suku Baduy yang banyak dikembangkan di luar kawasan tempat tinggal suku Baduy. Kue balok menes terbuat dari singkong berwarna putih dan berbentuk segi empat. Kue ini terasa lembek saat disentuh namun terasa kenyal ketika sudah di mulut. Biasanya bawang goreng, serundeng dan minyak ditambahkan di permukaan kue balok demi menambah cita rasanya.

Apem Putih

Kuliner Banten yang tergolong sebagai makanan khas suku Baduy lainnya adalah apem putih. Makanan khas suku Baduy Banten ini terbuat dari olahan beras yang digiling menjadi tepung beras. Kemudian tepung beras tersebut dicampur dengan tape fermentasi. Kue tradisional ini memiliki bentuk yang mungil dengan tekstur yang kenyal dan terasa lezat ketika dinikmati bersama dengan gula merah cair. Rasanya yang manis berasal dari campuran gula asli dengan adonan kue.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *