kuliner banten

Beda dari Kuliner Daerah Lainnya, Ini Ciri Khas Kuliner Banten

Posted on

Makanan atau kuliner Banten sedikit berbeda dari kuliner daerah lainnya di Indonesia. Kuliner dari kawasan yang terletak di sebelah barat Pulau Jawa ini memang memiliki ciri khas tersendiri.

QUICK DETOX

Ciri Khas Kuliner Banten

Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas dengan ciri masing-masing, demikian pula dengan kuliner dari Banten. Lokasi Banten yang berada di dekat kawasan pesisir membuatnya memiliki beragam jenis makanan yang terbuat dari olahan ikan laut. Kawasan Banten juga masih menjaga budayanya sehingga setiap makanan tak hanya memiliki commercial value tapi juga memiliki nilai budaya tersendiri. Beberapa ciri khas dari makanan khas Banten diantaranya sebagai berikut :

Sebagai Warisan Masa Lalu

Makanan Banten umumnya merupakan makanan khas daerah tersebut sejak beberapa puluh tahun. Bahkan ada pula makanan yang awalnya merupakan makanan Kerajaan Banten kemudian berkembang boleh dikonsumsi oleh masyarakat umum. Sebagai contoh adalah makanan rabig Banten dan sate bandeng. Kedua makanan ini awalnya merupakan makanan keluarga Kerajaan Banten, namun kemudian mulai digemari oleh masyarakat umum.

Menggunakan Bahan dari Laut

Sebagian wilayah Banten merupakan kawasan pesisir, sehingga tak mengherankan jika makanan khas daerah ini banyak menggunakan bahan dari laut atau berbahan dasar ikan. Beberapa makanan khas Banten yang memanfaatkan bahan dasar dari ikan diantaranya otak-otak ikan tenggiri, sate bandeng dan pecak bandeng. Kuliner ini memiliki rasa yang gurih dan dimasak dengan cara dibakar sehingga memberikan rasa dan aroma yang khas.

Bercita Rasa Gurih

Kuliner Banten kebanyakan memiliki cira rasa yang gurih. Berbagai makanan Banten ini dimasak menggunakan rempah-rempah nusantara yang menghasilkan cita rasa gurih dan asam maupun aroma yang sedap seperti contohnya angeun lada, nasi sumsum dan rabig banten. Meski begitu ada pula makanan khas Banten yang memiliki cita rasa manis seperti kue jojorong dan pasung merah.

Disajikan Secara Tradisional

Tak sedikit makanan khas Banten yang disajikan secara tradisional atau dibungkus dengan daun pisang. Sebut saja makanan lokal Banten seperti otak-otak, kue jojorong, balok menes dan pasung merah disajikan dalam balutan daun pisang yang menguatkan kesan tradisionalnya. Meski dibungkus menggunakan daun pisang, makanan lokal ini tetap terasa lezat.

Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Seperti makanan khas daerah lainnya, makanan khas Banten juga jarang ditemukan di kawasan lainnya. Sebagai contoh, sebut saja makanan lokal seperti kue jojorong, pasung merah, angeun lada, nasi sumsum, sate bandeng dan rabig banten banyak ditemukan di kawasan Banten saja. Meski begitu ada juga makanan khas Banten yang bisa ditemui di beberapa kawasan lain seperti otak-otak misalnya. Sementara itu, Anda bisa menemukan beragam versi nasi uduk, tapi nasi uduk Banten hanya bisa Anda temui di kawasan Banten saja.

Tak Semuanya Makanan Berat

Tak semua makanan khas Banten disajikan sebagai hidangan utama atau sebagai makanan berat. Ada juga yang disajikan sebagai camilan atau makanan ringan yang dikemas dalam kemasan plastik sehingga mudah dibawa kemana-mana. Sebagai contoh emping menes, kerupuk dapros, kue kucur dan lainnya.

Seperti makanan khas daerah lainnya, kuliner Banten tetap bisa dijadikan oleh-oleh keluarga di rumah karena harganya yang murah. Makanan-makanan khas Banten ini dijual dengan harga sesuai kondisi masyarakat setempat bahkan lebih murah dari makanan cepat saji. Selain enak dan beragam, makanan khas Banten ternyata tak bikin dompet bolong sehingga cocok sebagai camilan meski di akhir bulan sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *